Monday, November 9, 2015

Budidaya Kroto Peluang emas menjanjikan

Budidaya Kroto Peluang emas menjanjikan- Ternyata tidak hanya bisnis rumahan menggunakan modal yang besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar ternyata dengan modal kecil tetapi bisa mendapakan keuntungan besar.
Kroto adalah campuran telur dan larva yang dihasilkan oleh semut rangrang (java: Angkrang). Budidaya kroto semakin populer karena harga tinggi kroto, meskipun berfluktuasi.
Cara budidaya kroto
Cara budidaya kroto

Jauh sebelum permintaan booming, kroto diperoleh dari berburu di alam liar. Akhirnya keberadaan kroto semakin langka. Budidaya kroto dipandang sebagai jalan keluar untuk mendapatkan kroto dalam jumlah besar dan terus menerus.
Tidak semua jenis semut bisa dibudidayakan dan menghasilkan, kroto digunakan sebagai pakan burung atau ikan. Semut rangrang yang telah berhasil dibudidayakan daerah adalah jenis Oecophylla smaragdina. Weaver semut telah menyebar dari Asia ke Australia utara.
Dan Berikut Kami Akan Diskusikan Raising Kroto Media Pohon
Budidaya Persiapan Kroto
Dalam sistem budidaya, semut rangrang bisa hidup di sarang buatan. Sarang atau kandang untuk semut rangrang dapat dibuat dari PVC, bambu, botol, dan sebagainya. Langkah-langkah persiapan untuk budidaya kroto adalah sebagai berikut:
Biji mempersiapkan Koloni
Kroto bibit koloni untuk budidaya dapat diperoleh dari hasil tangkapan di alam atau dibeli dari petani lain. Ada tips untuk mendapatkan koloni bibit terpisah dari alam.
Jika kesulitan mendapatkan benih dari koloni liar, kita bisa membeli bibit kroto kepada petani lainnya. Benih kroto biasanya dijual dalam kemasan botol plastik bening atau botol. Harganya cukup mahal, ukuran botol plastik 1 liter harganya sekitar 150-200 ribu rupiah. Menyiapkan lahan untuk pohon, bisa mangga, jambu atau pohon lainnya. Siapkan pohon sesuai dengan keinginan Anda. Semakin Media deberikan besar keuntungan. Siapkan biji di pohon kroto jika tidak ada semut rangrang dapat menghasilkan kroto. Mengambil dari alam atau mempersiapkan benih mereka sendiri Siapkan wadah khusus, kemudian diikat ke cabang pohon. Memeriksa dengan seksama bahwa wadah tidak jatuh, kapal buatan dapat diturunkan dari botol mineral berlubang atau wadah yang bisa kita membeli bibit dari kroto. Ketahuilah Kroto akan membuat sarang mereka sendiri jika jumblah koloni telah lebih dan lebih. Makanan dapat menempatkan kepompong, kepik, cacing kayu, hongkong ulat, tulang-tulang yang memiliki sumsum dan lain-lain. Buat lubang di sekitar pohon, sehingga pohon-pohon buatan kami bisa tumbuh normal dan menghilangkan kelembaban, untuk menjadi berguna untuk kehidupan semut rangrang. Tujuan lain menggali lubang untuk menahan semut yang tidak kabur. dan menciptakan lingkungan pohon senyaman mungkin.
Benih tersebar Koloni
Setelah media pohon atau tanaman selesai disiapkan, langkah selanjutnya adalah meletakkan penenun koloni semut.
Biasanya bibit koloni dijual dalam stoples atau botol plastik. Untuk memindahkan pohon media, seperti yang sudah dijelaskan pada bagian atas, kemudian memberikan pakan dan air gula di sekitar sarang. Weaver semut dengan sendirinya akan berjalan dan mulai membuat sarang untuk bertelur. hanya memberikan perawatan berkala untuk menghasilkan koloni dengan kroto maksimal.
Pemberian makanan
Jenis-jenis pakan budidaya kroto termasuk ulat, jangkrik, belalang, kadal dan binatang kecil lainnya. Bisa juga disajikan ayam yang telah direbus agar tidak membusuk dan bau. Atau, menyediakan tulang-penguatan, memberikan sapi tulang atau kambing yang harus diselesaikan sampai sumsum keluar.
Pakan berfungsi sebagai asupan protein dan lemak untuk kroto.
Selain protein, budidaya kroto membutuhkan sumber gula. Di alam, semut rangrang mendapatkan asupan karbohidrat gula, biasanya dalam bentuk nektar yang dihasilkan oleh kutu daun seperti kutu daun.
Dalam budidaya kroto karbohidrat disediakan dengan memberikan gula dilarutkan dalam air.
Jika menggunakan pakan hidup yang bisa melompat, misalnya jangkrik. Harus menonaktifkan terlebih dahulu sehingga tidak lari. Atau dapat ditempatkan langsung di sarang semut.
Sebagai sumber gula, gunakan piring kecil untuk air yang telah dicampur dengan gula. Larutkan 1-2 sendok teh gula di 200 ml air. Biasanya larutan air gula akan habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni.
Panen kroto
Tahap panen adalah sebagai berikut: Siapkan mangkuk atau wadah seperti ember plastik. Siapkan saringan ram kawat, dimasukkan ke dalam baskom. Gunakan sarung tangan karet untuk menghindari gigitan semut. Ambil media atau sarang dan tuangkan isinya ke dalam baskom yang telah diberi saringan kawat ram. Kroto akan jatuh ke dasar cekungan sementara semutnya disaring.
Google Translate for Business:Translator Toolkit